Kamis, 15 Oktober 2015

Cara Polisi Korek Pengakuan Pembunuh Bocah di Kardus

Polda Metro Jaya sempat kesulitan dalam mengungkap tersangka kasus pencabulan dan pembunuhan PNF (9). Sebab, keterangan tersangka A sering berubah-ubah, saat diinterogasi. Ia juga kerap berpura-pura tertidur.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Khrisna Murti menjelaskan saat melakukan penyelidikan, khususnya melakukan interogasi terhadap Agus, penyidik menggunakan hipnosis forensik.

Saat dilakukan itu, Agus kerap sekali berpura-pura tertidur untuk menghindari semua pertanyaan tim penyidik.

"Saat diinterogasi, tersangka ini selalu mengelak dan tidak mengakuinya. Lalu, kami lakukan teknik wawancara Hipnoforensik. Saat dilakukan itu, dia malah berpura-pura tidur. Ini salah satu kesulitan kita juga. Dalam interogasi, kami tidak melakukan kekerasan," kata Krishna dikutip Dream dari laman humaspoldametrojaya.blogspot.co.id, Senin 12 Oktober 2015.

Namun, penyidik tidak kehilangan akal untuk membuktikan Agus sebagai tersangka. Mereka mulai melakukan penelusuran untuk menemukan alat bukti.

Hingga akhirnya, Agus terbukti menjadi pemakai narkoba. Lantas terbukti menjadi pelaku pencabulan terhadap T.

"Lalu kami temukan lagi bukti DNA tersangka berada di kaos kaki korban, darah korban ada di bedeng tersangka. Dan barang-barang korban lainnya, baik yang masih utuh maupun yang sudah di bakar," ujar Khrisna.

Setelah dihadapkan dengan lima alat bukti yang dimiliki penyidik, Agus akhirnya mengakui perbuatannya dan menjelaskan kronologis menghabisi nyawa korban.

"Tersangka ini menjelaskan kronologisnya secara mendetail. Dan keterangannya ini singkron dengan keterangan saksi-saksi dan alat bukti".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar